Ketika masalah muncul pada sebuah aplikasi, pelanggan terdampak dan pada akhirnya bisnis pun ikut terdampak. Tim IT berlomba menemukan akar masalah dan menyelesaikannya dengan cepat. Hal ini semakin rumit karena arsitektur cloud yang menyediakan layanan aplikasi kian kompleks dan terdistribusi. Di sinilah monitoring dan observability berperan untuk mengidentifikasi penyebab mendasar suatu masalah.
Observability sering dipakai sebagai kata lain dari monitoring. Kedua istilah ini kerap digunakan secara bergantian, padahal keduanya tidak sama, dan pemula di bidang infrastruktur IT maupun pengembangan perangkat lunak sering kebingungan membedakannya. Hal ini karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga kesehatan sistem, tetapi berbeda dalam tujuan, pendekatan, dan cakupan saat menanganinya.
Jadi, apa perbedaan antara observability dan monitoring, dan bagaimana Anda tahu mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi Anda? Apakah Anda memerlukan observability, atau monitoring sudah cukup? Kita akan membahas cara kerja masing-masing dan membantu Anda menemukan jawabannya.
Monitoring: Pendekatan Tradisional
Apa Itu Monitoring?
Monitoring adalah proses mengumpulkan, menyerap, dan menganalisis data agregat dari sistem IT untuk menilai kesehatan sistem. Contoh datanya adalah data telemetri aplikasi, infrastruktur, dan/atau cloud. Monitoring telah menjadi solusi andalan untuk menjaga sistem tetap berjalan lancar selama bertahun-tahun.
Monitoring bergantung pada metrik yang telah ditentukan sebelumnya, seperti penggunaan CPU atau memori dan lalu lintas jaringan, log, dan trace. Contohnya meliputi pemeriksaan status server, latensi jaringan, waktu respons, serta penggunaan disk dan CPU. Data ini memungkinkan tim IT melacak kinerja dan ketersediaan infrastruktur serta aplikasi mereka secara real time. Tool dan platform monitoring dapat menyediakan dashboard dan peringatan serta memiliki kemampuan pelaporan untuk membantu tim IT memantau komponen, mengidentifikasi masalah yang diprediksi, dan memecahkan masalah yang muncul di lingkungan tertentu.
Nilai monitoring benar-benar terlihat dalam analisis tren jangka panjang dan pemberian peringatan. Monitoring tidak hanya menunjukkan bagaimana aplikasi berfungsi, tetapi juga bagaimana aplikasi digunakan dari waktu ke waktu.
Untuk Apa Anda Menggunakan Monitoring?
Aplikasi web saat ini menggunakan beberapa jenis monitoring, seperti Infrastructure Monitoring, Synthetic Monitoring, dan Real User Monitoring (RUM). Berikut kegunaan masing-masing jenis monitoring tersebut:
- Infrastructure Monitoring melacak metrik langsung terkait kondisi terkini sistem IT Anda, seperti kesehatan server, uptime, dan pemanfaatan sumber daya.
- Synthetic Monitoring umumnya digunakan untuk memantau tren jangka pendek, dengan memanfaatkan tool otomasi untuk mengukur fungsionalitas sistem. Misalnya, ia menggunakan nilai sampel untuk menentukan apakah aplikasi web berkinerja sesuai harapan.
- Real User Monitoring (RUM) lebih cocok untuk memantau tren jangka panjang, dan melibatkan perekaman interaksi nyata pengguna dengan aplikasi serta mencari tahu apakah aplikasi berkinerja atau berfungsi sesuai harapan.
Keterbatasan Monitoring
Meskipun berguna, monitoring memiliki keterbatasan yang signifikan. Bayangkan lingkungan IT Anda adalah pasien yang sedang Anda diagnosis — monitoring mengungkap gejala pasien, tetapi itu mungkin belum cukup untuk mengungkap penyebab yang lebih dalam dari gejala dan masalah tersebut.
Keterbatasan monitoring adalah sebagai berikut:
- Tidak Mendeteksi Akar Masalah atau Memberikan Solusi: Monitoring membantu tim mengawasi kinerja sistem dan mengirim peringatan ketika kegagalan yang diketahui terdeteksi, tetapi tidak memberi tahu mengapa masalah muncul dan bagaimana memperbaikinya.
- Hanya Mengidentifikasi ‘Known Unknowns’: Monitoring hanya dapat mendeteksi masalah berdasarkan kondisi yang telah ditentukan sebelumnya. Anda harus tahu metrik dan log apa yang perlu dilacak. Jika terjadi masalah yang tidak diprediksi tim Anda, di luar kondisi yang telah ditentukan, monitoring tidak dapat menangkapnya. Hal ini menyebabkan kegagalan produksi penting dan masalah lainnya terlewatkan.
- Tidak Dapat Melakukan Penyelesaian Masalah Secara Proaktif: Monitoring mendorong reaksi ketika ambang batas error yang telah ditetapkan terlampaui, tetapi tidak membantu memprediksi masalah sebelum terjadi, mendiagnosis akar masalah, atau mengambil langkah proaktif untuk mencegah masalah muncul.
- Tidak Cocok untuk Lingkungan Terdistribusi Modern: Tool monitoring secara tradisional bersifat silo, dan memiliki efisiensi terbatas pada arsitektur cloud modern serta lingkungan terdistribusi yang lebih besar. Intinya, monitoring sering bersifat reaktif dan berfokus pada menemukan gejala, bukan menyelesaikan masalah mendasar.
Observability: Solusi Modern untuk Sistem Kompleks
Apa Itu Observability?
Observability adalah kemampuan untuk memahami kondisi internal sistem yang kompleks berdasarkan output eksternalnya, yaitu dengan menganalisis data yang dihasilkannya, seperti log, metrik, dan trace. Ketika sebuah sistem observable, pengguna dapat mengidentifikasi akar penyebab masalah kinerja dari data yang dihasilkannya tanpa pengujian atau pengodean tambahan.
Solusi observability menganalisis data output, memberikan penilaian atas kesehatan sistem, dan menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk mengatasi masalah. Hal ini memberi tim DevOps pandangan holistik dan terpadu atas seluruh lingkungan IT dengan konteks dan pemahaman tentang saling ketergantungan. Pada akhirnya, tim dapat mendeteksi masalah secara proaktif dan menyelesaikannya lebih cepat, terutama pada sistem terdistribusi.
Tool observability menyediakan dashboard yang dapat dikustomisasi, kemampuan otomasi, analitik, dan peringatan yang membantu tim melakukan analisis akar masalah dengan lebih cepat dan efektif. Beberapa platform bahkan melangkah lebih jauh dengan memperbaiki masalah tersebut secara mandiri.
Singkatnya, observability adalah tool yang terus berkembang untuk meningkatkan kinerja dan ketahanan operasi IT modern serta layanan yang dikelolanya. Dengan ketahanan yang lebih baik, produktivitas pun meningkat.
Kapan Anda Membutuhkan Observability?
Observability menjadi semakin penting seiring sistem Anda menjadi lebih kompleks, tidak dapat diprediksi, dan terdistribusi. Beberapa kasus penggunaan umum meliputi:
- Aplikasi Cloud-Native & Microservices: Seiring sistem Anda menjadi lebih terdistribusi, dengan berbagai layanan berjalan di cloud, atau lebih dari satu cloud, memantau semuanya secara manual di lingkungan hybrid, cloud, atau multi-cloud menjadi lebih sulit. Dengan observability, Anda dapat melacak interaksi antar-microservices di mana pun layanan tersebut dihosting.
- Mengorelasikan Log, Metrik, dan Trace: Observability memungkinkan Anda menganalisis dan mengorelasikan log, metrik, dan trace secara real time untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang kesehatan sistem.
Manfaat Utama Observability Dibandingkan Monitoring
Saat membandingkan observability vs monitoring, berikut keunggulan utama observability dibandingkan monitoring:
- Pemecahan Masalah ‘Unknown Unknowns’: Dengan observability, Anda dapat mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang sulit diprediksi, seperti kegagalan pada sistem dinamis yang kompleks. Ini termasuk masalah yang mungkin tidak diantisipasi oleh tim IT.
- Pencegahan Masalah Secara Proaktif: Observability membantu Anda mengidentifikasi masalah sebelum berkembang menjadi masalah kritis, dengan kemampuan mengambil langkah proaktif untuk mencegahnya bahkan sebelum terjadi.
- Debugging Lebih Cepat & MTTR (Mean Time to Resolution) Lebih Rendah: Dengan tool observability, Anda dapat melacak masalah di seluruh stack Anda dan dengan cepat mengidentifikasi akar masalahnya, sehingga mempercepat proses debugging.
Mengapa Observability dan Monitoring Tampak Mirip?
Jadi, apa yang menyebabkan kebingungan antara observability dan monitoring? Pertama, istilahnya sendiri mirip, dan keduanya memiliki tujuan akhir yang serupa. Keduanya bertujuan memberikan wawasan tentang kesehatan, kinerja, dan perilaku sistem, dengan tujuan yang sama untuk meningkatkan keandalan sistem dan mengidentifikasi penyebab masalah guna meningkatkan kinerja secara keseluruhan.
Keduanya juga mengandalkan data yang sama dan menggunakan teknik pengumpulan data, analisis, dan visualisasi yang sama untuk memungkinkan deteksi dan pemecahan masalah secara proaktif. Pada akhirnya, keduanya memberdayakan engineer untuk memastikan keandalan sistem, optimasi kinerja, dan pemanfaatan sumber daya yang efisien. Baik Anda ingin membangun sistem yang observable maupun yang termonitor, Anda perlu terlebih dahulu menangkap output yang tepat. Hal ini memerlukan pemasangan collector dan agent, dan mungkin instrumentasi kode aplikasi.
Kedua tugas ini juga dapat berjalan berdampingan. Seperti disebutkan sebelumnya, monitoring merupakan bagian dari observability. Faktanya, banyak platform observability yang sudah menyertakan tool monitoring dalam antarmukanya. Artinya, Anda tidak memerlukan dua set tool terpisah untuk menangani monitoring dan observability — semuanya sudah termasuk dalam satu paket.
Antara Observability dan Monitoring, Mana yang Harus Anda Pilih?
Setelah menjelaskan monitoring dan observability secara mendalam, kita sampai pada pertanyaan kunci: Dalam observability vs monitoring — mana yang menang? Bagaimana Anda tahu model mana yang terbaik untuk lingkungan Anda? Berikut tabel sederhana untuk membandingkan monitoring dan observability secara langsung.
| Aspek | Monitoring | Observability |
|---|---|---|
| Tujuan | Mendeteksi masalah yang diketahui dan metrik kinerja | Memberikan wawasan tentang perilaku sistem dan akar masalah |
| Cakupan | Terbatas pada metrik dan ambang batas yang telah ditentukan | Pemahaman mendalam tentang dinamika sistem di luar metrik yang telah ditentukan |
| Fokus | Deteksi masalah secara reaktif | Pencegahan masalah secara proaktif dan debugging cepat |
| Tool | Pemeriksaan uptime, infrastruktur, dan kesehatan aplikasi | Distributed tracing, korelasi log, dan agregasi metrik |
| Terbaik untuk | Sistem kecil, dapat diprediksi, dan tidak kompleks | Sistem multicloud terdistribusi berskala besar dan aplikasi cloud-native |
- Jika sistem Anda kecil dan dapat diprediksi → Monitoring sudah cukup. Aplikasi sederhana atau infrastruktur kecil dengan kompleksitas minimal dapat mengandalkan monitoring untuk mendeteksi masalah kinerja saat terjadi.
- Jika Anda menjalankan aplikasi berbasis cloud yang terdistribusi → Observability diperlukan. Untuk microservices atau sistem yang berjalan di beberapa cloud, observability menawarkan kedalaman yang dibutuhkan untuk memahami interaksi dan mendiagnosis masalah.
- Jika Anda sering mengalami gangguan dan debugging lambat → Adopsi Observability. Jika sistem Anda tidak dapat diprediksi atau menghadapi volume insiden yang tinggi, observability dapat secara drastis mengurangi downtime dengan menyediakan diagnostik yang lebih baik.
Cara Beralih dari Monitoring ke Observability
Jika saat ini Anda mengandalkan monitoring tradisional tetapi ingin beralih ke observability, berikut panduan langkah demi langkah:
Langkah 1: Identifikasi Celah dalam Strategi Monitoring Anda Saat Ini
Nilai di mana pendekatan monitoring Anda saat ini kurang memadai. Apakah ada masalah yang tidak dapat Anda telusuri hingga ke akar penyebabnya? Apakah tim Anda kesulitan men-debug masalah dengan cepat?
Langkah 2: Terapkan Distributed Tracing & Korelasi Log
Mulailah dengan menambahkan distributed tracing (untuk microservices) dan korelasi log ke sistem Anda. Hal ini memungkinkan Anda mengikuti jalur permintaan dan mengidentifikasi bottleneck atau kegagalan dengan lebih efektif.
Langkah 3: Pilih Tool Observability yang Terintegrasi dengan Stack Anda
Cari tool observability yang terintegrasi dengan baik dengan infrastruktur Anda saat ini. Pilihan populer meliputi Prometheus, OpenTelemetry, dan AWS CloudWatch. Pastikan tool tersebut mendukung dan terintegrasi dengan layanan cloud, Kubernetes, dan teknologi lain yang Anda gunakan.
Langkah 4: Latih Tim dalam Teknik Observability Proaktif
Mengadopsi observability memerlukan perubahan pola pikir. Latih tim Anda untuk menggunakan tool ini bukan hanya untuk bereaksi terhadap masalah, tetapi untuk mencegahnya dengan menganalisis data secara proaktif dan mengoptimalkan kinerja sistem.
Kesimpulan
Meskipun monitoring membantu mendeteksi masalah, observability melangkah lebih jauh dari monitoring. Observability membantu Anda memahami mengapa masalah tersebut terjadi dan cara memperbaikinya sebelum menjadi masalah yang lebih besar. Jika Anda beroperasi di lingkungan tradisional berskala kecil, monitoring mungkin sudah cukup. Namun, seiring sistem Anda berkembang dan menjadi lebih kompleks, observability menjadi esensial untuk menjaga ketersediaan dan kinerja yang tinggi.
Jika Anda siap mengambil langkah berikutnya dalam meningkatkan kesehatan sistem, mulailah dengan meninjau pengaturan monitoring Anda saat ini. Mulailah menjajaki tool observability hari ini untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang sistem Anda dan memastikan operasi yang lebih lancar dan andal. TrueWatch terintegrasi dengan mulus dengan enam cloud global terbesar dan hadir dengan beragam fungsi dan tool siap pakai yang mudah digunakan. Apa pun yang Anda gunakan, TrueWatch akan dengan mudah menyatu dalam stack IT Anda. Masa depan manajemen sistem bersifat proaktif, dan Anda tidak ingin tertinggal.

