Bravo 500 Summit 2026, yang diselenggarakan oleh XL Smart for Business, mempertemukan ratusan pemimpin bisnis, regulator, dan mitra teknologi global untuk membahas berbagai pertanyaan paling mendesak dalam transformasi digital saat ini — mulai dari adopsi AI hingga integrasi data. Salah satu narasumber yang tampil adalah Agung Darmawan, Country Manager Indonesia di TrueWatch, yang berbincang dengan Detikcom, platform berita online terkemuka di Indonesia, dalam wawancara eksklusif tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan organisasi untuk bertransformasi digital di era AI.
Masalah kompleksitas: ketika platform digital bertemu AI
Agung membuka pembicaraan dengan menunjukkan bahwa platform digital kini menjadi semakin kompleks sekaligus semakin sentral bagi perolehan pendapatan, dan menambahkan AI di atasnya hanya membuat taruhannya semakin tinggi. Ketika sebuah platform digital mengalami gangguan, terutama yang menangani transaksi keuangan, pertanyaan yang segera muncul adalah: dari mana visibilitas didapat? Tanpa wawasan yang jelas tentang kinerja platform yang terintegrasi dengan AI, bisnis terpaksa mendukung sistem yang tidak dapat mereka lihat sepenuhnya.
Visibilitas memberi tahu ada yang salah. Observabilitas menjelaskan mengapa.
Perbedaan ini penting untuk diuraikan, karena menjadi inti dari arah TrueWatch selanjutnya. Visibilitas — seperti yang dimaksud Agung — pada dasarnya adalah apa yang diberikan sebuah dasbor: metrik, log, dan peringatan yang mengonfirmasi bahwa ada sesuatu yang tampak janggal. Ini adalah fondasi yang diperlukan, tetapi sendirian bersifat retrospektif. Visibilitas memberi tahu tim bahwa terjadi lonjakan, bukan apa penyebabnya atau apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Observabilitas melangkah satu lapisan lebih dalam. Alih-alih hanya menampilkan gejala, observabilitas mengorelasikan metrik, log, dan trace secara bersamaan untuk menjelaskan perilaku mendasar suatu sistem, dan menelusuri masalah hingga ke akar penyebabnya. Bagi perusahaan yang menjalankan platform yang semakin kompleks dan terintegrasi dengan AI, perbedaan itulah yang memisahkan tim yang hanya bereaksi terhadap peringatan dari tim yang benar-benar memahami sistemnya.
Tiga pilar untuk tetap kompetitif
Melihat lebih jauh dari TrueWatch secara khusus, Agung menguraikan apa yang ia lihat sebagai prioritas universal bagi setiap perusahaan yang menjalankan AI di platform digital:
- Data bersih terlebih dahulu. Data yang tata kelolanya baik dan disanitasi dengan benar adalah hal yang tidak bisa ditawar — model AI belajar dari apa yang diberikan kepadanya, dan masukan berkualitas buruk hanya akan menghasilkan keluaran berkualitas buruk.
- Visibilitas, terutama terkait biaya dan efisiensi. Hal ini menjadi semakin krusial dengan AI berbasis cloud, di mana setiap kueri membawa biaya operasional nyata yang perlu dilacak dan dipahami.
- Pengambilan keputusan berbasis wawasan. Ketika wawasan berbantuan AI diterapkan di atas fondasi data dan visibilitas yang solid, bisnis dapat meningkatkan pengalaman pelanggan secara signifikan dan tetap kompetitif.
(Tonton wawancara lengkapnya di sini)
Di mana Toby AI Agents berperan
Inilah kesenjangan yang tengah dijawab TrueWatch melalui Toby AI Agents. Jika alat pemantauan konvensional berhenti di dasbor, Toby AI Agents dirancang untuk bekerja melampauinya — menelusuri dependensi di seluruh sistem, menyingkirkan noise, dan menemukan akar penyebab yang sebenarnya bahkan sebelum tim membuka laptop mereka. Itulah pergeseran dari visibilitas ke observabilitas dalam praktik.
Toby AI Agents dirancang untuk beroperasi sebagai tim rekayasa AI yang dapat di-deploy, dengan template spesialis siap pakai — SRE, FinOps Analyst, Security Engineer, dan lainnya — yang dapat disiapkan dalam waktu sekitar 60 detik. Otonomi dapat dikonfigurasi per tindakan: perbaikan rutin yang aman dapat berjalan sepenuhnya otomatis, sementara tindakan berisiko lebih tinggi dikunci di balik persetujuan satu klik. Setiap tindakan dicatat untuk jejak audit yang lengkap, sehingga tim memperoleh pemahaman yang lebih dalam dari observabilitas tanpa kehilangan kendali atas apa yang sebenarnya dilakukan AI di lingkungan produksi.
Bagi perusahaan Indonesia yang menghadapi tekanan yang sama seperti yang disampaikan Agung — platform yang lebih kompleks, lebih terintegrasi dengan AI, dan semakin menjadi inti pendapatan — beralih dari visibilitas permukaan ke observabilitas sejati diposisikan menjadi fondasi utama bagi transformasi digital yang berkelanjutan.
Ajakan untuk berkolaborasi
Merefleksikan dua tahun kehadiran TrueWatch di Indonesia, Agung menyampaikan rasa bangga karena dapat berdiri sejajar dengan solusi digital terkemuka lainnya di summit tersebut. Menggemakan pernyataan Menteri Komunikasi dan Urusan Digital Mutia Hafiz tentang pentingnya penggunaan AI yang bertanggung jawab, ia menegaskan bahwa ini adalah tanggung jawab bersama — bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi individu dan generasi mendatang. Harapannya untuk summit ini: kolaborasi yang lebih erat dengan XL Smart dan ekosistem mitranya untuk membawa AI secara lebih bermakna ke dalam kehidupan sehari-hari maupun bisnis.
Observe Beyond with Toby AI Agents. Gabung daftar tunggu untuk akses awal, onboarding prioritas, dan harga peluncuran.
